Friday, January 16, 2009

Perang tarif selular, siapa pemenangnya ?

Sore tadi, sepulang dari daerah kebon sirih saya naik taxi blue bird, sepanjang perjalanan ada saja yang menelpon saya, sampai akhirnya di traffic light kuningan telepon berhenti berdering karena battery habis, alias kaput.

Setelah tahu saya tidak lagi bicara di telpon, pak supir bertanya pada saya,
"Maaf pak, bapak Pakai operator apa ya, koq telponnya bisa nyambung terus ngga putus-putus?", katanya.
"oh memang kenapa pak?" aku bertanya balik.
"Saya heran pak, koq saya ngga bisa nelepon atau di telepon seharian, begitu juga buat nelpon istri saya yang di pemalang, susahnya minta ampun, istri atau anak saya harus keluar rumah atau ketempat yang tinggi di luar rumah supaya bisa nelpon, kalau kata iklanya sich sinyalnya ngga putus dan nyambung terus, tapi koq saya ngga bisa nelpon yaa", apa gara-gara monyet pada ikutan nelpon yaa, katanya polos..
aku cuma terkekeh,sambil senyum setelah suntuk seharian, aku bilang,
"Pak, mungkin istri bapak ngga bisa nelpon bapak, atau sebaliknya mungkin karena trafficnya penuh di BTS nya"
"maksudnya pak?" katanya antusias.
"maksudnya, gini pak, saya ambil contoh, misalnya satu BTS, atau gampangnya di tower telpon itu mencakup beberapa area, dan ada kapasitasnya pak, bisa saja pak, saat bapak atau istri bapak mau menelpon kapasitasnya sudah terpakai semua, karena sekarang kan telpon murah, jadi semua orang pada nelpon"
"oh, gitu ya?", katanya.
"iya pak, jadi karena kapasitasnya terlampaui pada saat itu, maka bapak ngga bisa masuk", "ibarat naik bus way, kalau busnya sudah penuh kan bapak ngga bisa masuk," kadang memang harus di coba berulang-ulang pak", tambah ku.
"iya mas, cuma gara-gara istri ngga bisa nelpon saya dari pemalang, disangkanya saya lagi pacaran lagi, atau selingkuh dengan wanita lain, coba mas liat tampang saya apa masih laku?", "wong saya sudah tua begini",
"hehehehe" aku ketawa geli, "wah saya no comment pak".
"iya nich, katanya murah dan gratis bisa nelpon, tapi kenyataannya saya ngga bisa pake, istri saya juga ngga bisa saya hubungi, jadi buat apa punya handphone ya mas?
"yaa pak, kalau ngga puas, ganti aja operator baru yang bisa buat nelpon, sekarang kan banyak yang dan murah lagi, kartu perdananya".
"iya mas, tapi kalau nantinya sama aja ngga bisa buat nelpon gimana ?, apa saya harus ganti lagi dan beli nomor baru ?", sergahnya.
"Waduh, memang susah juga yaa pak?", sahutku lagi.
"saya ini bukannya ngga mau gratis nelpon mas, cuman kalau gratis ngga terus ngga bisa di pakai buat nelpon kan percuma", "mana gara-gara ngga bisa di telpon istri, eh pas bisa di telpon disangkanya saya sibuk pacaran lagi, padahal saya narik mas, tiap hari di taxi"

cerita saya di atas tidak bermaksud memojokan operator tertentu, tapi hanya mengambil contoh dari problematika yang di hadapi pengguna selular saat ini, dan tentu saja pelanggan dari operator lain pun mengalami hal yang sama, karena hampir semua operator menawarkan tariff yang buat saya sudah tidak masuk akal lagi, karena sudah sangat murah dan voice call sudah menjadi komoditi.

hmm bisa dibayangkan bisa saja gara-2 network mobile operator congested, banyak orang ngga bisa nelpon dan di telpon, akibatnya bisa banyak, mungkin orang bisa kehilangan peluang bisnis, gagal mendapat pekerjaaan, karena pas di interview putus terus, mungkin bisa berantem sama istri atau putus dengan pacar, atau ngga bisa nelpon ambulance untuk emergency dan masih banyak lagi efek-efek yang lain yang merugikan pelanggan baik langsung dan tidak langsung, saya pun pernah mengalaminya, selain di butuhkan kesabaran mungkin kita perlu juga berfikir bahwa, murah bukan berarti dapat membuat hidup jadi lebih mudah bahkan murah malah bisa bikin hidup jadi susah.

mungkin sudah saatnya operator ngga usah lah pada banting-bantingan harga menjadi yang termurah dan mengorbankan kepuasan pelanggan. Mungkin sudah saatnya operator memulai untuk meningkatkan Quality of services ketimbang banting harga yang pada akhirnya malah membebani traffic di network operator itu sendiri. Kalau kejadian ini terus berlanjut, saya melihat customer bukan lagi sebagai raja, melainkan pengguna yang tidak berguna, saya yakin kalau saja perang tarif ini di teruskan, tidak ada yang bakal menang dan menjadi operator nomor satu, karena saya yakin secara teknis semua operator memiliki keterbatasan kapasitas dari jaringan mereka. Sudah saatnya, operator menghargai customernya dan memberikan layanan terbaik, karena customer akan rela membayar lebih untuk mendapatkan kwalitas yang baik.

mari kita perang untuk memberikan Quality of services dan kepuasan pelanggan yang lebih baik, anda berani ?

Bagaimana pendapat anda ?

Thursday, January 08, 2009

hard to start, really

This my first update after this blog not active for one and half year, I was not able to spent my time to update, or share my tough through this tool, the easy answer is I am to busy with job, customers, and normal life. that's a reason, other reason is, I was lazy :d

yes, it was very hard to start something that you has been on idle position for quite sometime, and actually, I did know from I have to start, any way try to flow like a water.....

like the penguin said in Madagaskar 2 " smile and waive boys, smile and waive"

A+

Monday, June 11, 2007

hard landed

During landed sometimes we facing not good landing, perhaps there is bad weather, win, rain or technical problem.

If you are able to landed event not smooth or sometimes you should do hard landed it will be great if you are saved.

the worst is, if you had hard landing and after that you only have permission to stay in taxi way and not allowed to enter the airport without notice what is the problem, this is very bad situation.

At the moment this the current situation, they asked you to flight with only one way ticket, after that they not allow you to enter your home country, the custom just said,"well, everything is OK, I just changed my mind and allowed you to stay here, event you have your own passport, is your country, is your home".

what do you think if you are in this kind of situation ? somebody please tell me ?

flying again ? and landing in another country where the people are gave a respect each others. Not acting as a king of the world ?

or

Just get out from the airport and just walk a way..... yea walk a way.

Mr. Officer, just want to remain you that before you came to this country you are nobody, and don't forget if you become somebody, please remember if you do something bad, you will get what to have invest soon or later.
If you make people disapointed you will disapointed your self soon or later.
If you block people to move forward you will be block by somebody.
If you treat people like sh*t you will threaten like big sh*t too.

since I am tired to fly, I will just walk a way.........there is a lot of opportunities every where.

Wednesday, May 23, 2007

I am flying AGAIN..

I've more than hundred thousand of miles from Air France - KLM called flying blue, never spent because never had time but always traveling, I promised to visit one of friends in Zürich since long time ago, I will departure today and will spent some days there, possibly to have great dark chocolate hmmm yummy.

I'm only paid 81 Euro for Tax and additional cost such as insurance, I made reservation online ticket yesterday, with miles you can made reservation from 10 month in advance or 24 hours before departure, the returns ticket from Paris-Zürich- Paris is absolutely free, Air France has deducted miles from my account and still have enough miles to flight to US and I can still use it until in next three years.

This one of the benefits if we are subscribe the frequent flyer membership, almost airways around the world has this program. Others benefit for example you can have lounge while your waiting the flight in the airport, no queueing during check-in etc, also miles is transferable some one else so you nominate, so in this case you can bring your family traveling with you almost for free.

The first frequent flyer was created in California by Western Airlines in June 1980, I also have Singapore Airlines and never use it but keep maintaned, probably I will use it some day.

Tuesday, May 22, 2007

mencari Netscreen remote VPN for Mac OS

sudah sekian tahun saya tiap dapat laptop dari kantor selalu dengan Intel based dan Windows tentunya, karena memang perusahaan punya license dan standard office lah spt ada project management, office dan teman2 nya, Lotus notes, dan banyak applikasi windows base. Di rumah awal tahun lalu saya merubah dari windows dan linux saya ganti dengan Mac OS, pilihan saya jatuh ke iMAC, kalau ada rejeki dan dapat laptop gratis lagi dari kantor, pengennya sich dapat mac book pro ( kena scamm sama adinoto ). untuk urusan softaware kerjaaan sepertinya ngga ada masalah, cuma ada satu problem yang belum saya temukan solusinya.

Untuk Remote access ke VPN biasanya saya pakai Netscreen remote, nah ini sarana untuk tetap connect ke intranet from where every I am, selama masih ada internet jadi bisa travail a la maison gitu, alias kerja dari rumah. Cuman sekarang belum nemu tuch netscreen remote untuk versi Macintosh, walapun bisa dengan program VPN yang lain terus di utak-utik configurationnya tapi belum yakin dengan compatibilitas dan securitas nya.

Udah tanya sama orang yang kerja di juniper, sayangnya dia ngga responsible tentang bagian ini, jadi ngga bisa bantu, cari di google juga belum nemu, atau mungkin keywordnya salah kali.
jadi masih agak ragu-ragu nich untuk minta mac book pro. Apa nunggu leopard aja ya jadi keep doing job with windows ha ha ha ha

Friday, May 18, 2007

Joost, saya sedang mencoba.

Ngga tahu siapa yang mengundang , tadi malam waktu buka email ada invitation dari JOOST. Wah, nasib lagi mujur, soalnya memang sudah lama nunggu ini. Kalau yang belum tahu Joost itu apa bisa lihat disini www.joost.com.


Pada dasarnya ini sperti IP TV, atau internet TV lebih tepatnya. Apa sich yang membedakan Joost dengan TV over DSL misalnya, kalau anda subcribe layanan Internet, Televisi, dan Telephony atau Triple play, anda mendapatkan beberapa saluran TV yang anda bisa nikmati dan transfer data lewat ADSL / Jaringan network. Anda bisa memilih channel sesuai dengan packet yang anda Pilih. Di Joost juga anda bisa mendapatkan service yang basic seperti ini, tapi ada perbedaan mendasar.

1. Tidak perlu berlangganan Triple play, cukup Internet broadband saja.
2. Tidak di batasi dengan channel, karena anda bisa lihat tayangan dari mana saja in the world.
3. Tidak perlu membayar iuran ( mungkin sementara sifatnya, semoga bakalan free terus deh)
4. Bisa nonton TV sambil Chatting dengan menggunakan ID di Gmail atau Jabber ( MSN, Yahoo)
5. dan banyak lagi belum sempet coba semuanya.

Untuk mendapat layanan seperti ini, anda harus mendapat undangan dari teman, spt untuk mendapatkan account gmail. Layanan ini berbasis P2P, karena di bikin oleh orang yang menciptakan Skype, jadi buat anda yang menggunakan proxy atau internet dari kantor siap-siap aja ngga bisa menikmati layanan ini, kecuali semua port di buka. Karena masih dalam beta test, kwalitas gambar masih belum HD, event belum SD TV, tapi sudah cukup bagus lah, apalagi layanan ini gratis.

Joost, saya fikir akan membuat cara baru menikmati Televisi, dan yang jelas kembali membangkitkan boom internet seperti sebelum tahun 2000. Kembali lagi ke kita teknologi ibarat pisau bermata dua, bisa membantu dan menghibur tapi bisa juga merusak, tergantung dari sisi mana anda menggunakannya. Dan yang paling di untungkan dengan layanan ini adalah service provider, karena permintaan akan bandwith makin besar, tapi juga dengan content provider, kalau saja kita bisa menciptkan local content yang bagus dan mendidik, bukan berarti kita tidak bisa mengambil keuntungan dari adanya teknologi ini.

Thursday, May 17, 2007

Mampukah Telkom Speedy seperti ini ?

Lagi iseng, melakukan sesuatu yang ngga penting, coba push to the limit ADSL +2 disini, kabar terkhir dari provider, mereka claim bisa download sampai 29Mbps, coba-coba iseng download dari situs rapidshare, terus coba ambil beberapa mirror, satu dari Jerman, satu dari US, dan yang satu dari Spain. Berikut liat hasilnya :

Setengahnya kaget juga, apa bener segini, atau komputerku yag lagi ngga beres ? . Harap di ingat data sebesar itu bukan dari user client ke ISP yaa, tapi dari user client ke node internet somewhere.
Hmmm lagi ngebayaing kalau akses speedy se-cepat ini, jadi sesuai dengan namanya. Tapi hasil tersebut bukan dari speedy yaa, catat. Itu hasil dari ISP Free. Semoga deh perkembangan Internet di Indonesia cepat berkembang pesat.

Wednesday, May 16, 2007

Music mp3 di blog, kenapa tidak.

Beberapa orang teman bertanya, "eh sekarang blogspot, bisa make music ya, sama seperti Multiply ?", Ngga sich, fasilitasnya nya beda dan blogger belum menyediakan itu dalam satu paket.
"Tapi koq bisa ada musicnya, gimana carannya ?", kata temen tadi. Wah gampang koq caranya.

1. Harus punya Blog.
2. Register account di project playlist.
3. Create Play list.
4. Search lagu yang ingin di jadikan personal playlist, Anda dapat membuat 70 list lagu.
5. Setelah playlist selesai, generate HTML page di account playlist project anda.
6. Copy HTML page yang di generate tadi terus di embeded di Blog anda.

Mudah kan caranya.

Persiapkan diri anda untuk tidak menjadi budak.

Lagi, Indonesia protes Malaysia soal kata "Indon".

http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/16/time/102515/idnews/781447/idkanal/10

Membaca berita tadi saya jadi teringat pengalaman saya tinggal di Malaysia 2.5 tahun yang lalu. Memang orang Malaysia selalu bilang warga negara Indonesia, dengan di singkat "Indon", satu kata yang mengkonotasikan atau melecehkan harga diri sebagai orang Indonesia. Di awal-awal teman dari Malaysia suka bilang seperti ini " Hei, bila you balik cuti kat Indon ni, pekan depan tuh ong week end", atau "Hei macam mana Hari Raya kat Indon, ramai tak ?".

Cukup gerah juga kalau saya mendengarkan kata ini, dan tiap kali saya berbincang dengan kawan bila mereka menggunakan kata Indon, saya langsung koreksi Indonesia, beberapa kali selalu saya meng-koreksi dan teman-teman tadi pun bilang , ah sorry "Indonesia", dengan sedikit muka merah karen malu. Pernah satu kali di imgirasi KLIA, pada saat saya baru pulang dari Brunei Darussalam, terlihat banyak sekali antrian di imigrasi Airport, karena memang itu musim liburan, karena memang waktu itu saya habis selesai meeting dan on business trip, saya berpakain cukup rapi, sebelum di pintu imgirasi saya mengeluarkan pasport hijau dan berdiri antri di gate khusus expatriate, di depan saya dua orang "Masale" (orang putih ) yang sedang antri, melihat saya menggunakan passport warna hijau, ada seorang petugas menghampiri saya.

"Cik, you Indon kah, antri kat sana", sambil menunjuk arah antrian yang panjang untuk orang umum. Aku sempet panas kuping di bilang seperti itu, rasanya harga diri sudah di injak-injak tidak karuan, kemudian aku jawab, "Yes, I am Indonesian, why should I go to the others gate ?", dengan sedikit nada yang tinggi, Officer tadi tetap ngotot, "You bisa baca tak ?, this gate only for expatriate !", katanya lagi. Rasanya mau aku tonjok aja nich orang. Padahal aku sudah berkali-kali keluar masuk lewat gate ini ngga ada masalah, cuman baru kali ini aja di perlakukan seperti itu, Terus aku keluarkan dompet dan aku tunjukan Expatriate"Gold card" license yang di keluarkan kerajaan Malaysia, dan masih dengan bahasa Inggris "Sir, yes, I am Indonesia and I am Expatriate, I have right to go in this gate, Look this is the card is proven, and this is not the first time I took this gate.", si officer tanpa melihat detail langsung ngeloyor dan pergi dan bilang "ah.. OK your right". Rasain loe, emang kamu pikir orang Indonesia cuman bisa jadi Pembantu.

Saya sependapat dengan perwakilan LKB Antara di Kuala Lumpur yang menyatakan pemberitaan media di Malaysia terhadap Indonesia memang berat sebelah, kemudia juga media di sana selalu membuat kata Indonesia di singkat dengan Indon, tapi pengamat media disana menolak kalau hanya Indonesia saja yang di diskriditkan, mereka juga bilang ada negara lain yang di singkat misalnya bangladesh disingkat bangla.

Tapi seingat saya, tidak pernah tuh melihat atau mendengar media Malaysia menyingkat negara Singapore dengan kata Singa, atau Perancis dengan Pera /P'cis, Amerika dengan Amerik, Canada dengan Cana, Italy dengan Ital etc. Jadi saya sangat mendukung kalau media dan pejabat pemerintah secara resmi lewat KBRI di Kuala Lumpur menulis surat Diplomatik, karena memang kita bukan negara Indon, tapi Indonesia. Dan kesalahan media disana yang selama ini terjadi ya harus segera di rubah, Sebagai negara bertetangga dan berdaulat hendaknya marilah saling menghormati dan menghargai, dan jangan lah selalu merendahkan negara yang memang sedang sakit. Karena kalau bukan karena peran besar dari tenaga kerja dari Indonesia, saya seratus persen yakin sektor informal di Malaysia pasti akan lumpuh.

Kalau negara anda memang hebat, tunjukan dengan cara yang sopan dan intelektual yang tinggi kalau negara anda memang cerdas dan lebih ber-etika, berbudaya dan maju, tunjukan, bukan dengan menghina dan merendahkan, karena pada akhirnya itu menunjukan kalau anda ngga ada bedanya dengan bangsa kami yang lagi sakit.

Sekedar saran, marilah belajar dari Philippine, kalau memang mau bekerja di Luar negeri, seharusnya memang anda menyiapkan kemampuan moral, mental dan expertise lainnya. Bukan cuma sekedar pergi tanpa bekal apapun, hanya karena ngiri, karena ada tetangga kerja di luar negri, terus ikut-ikutan dan akhirnya banyak sekali yang hanya di perlakukan sebagai budak dan di siksa, Belajarlah bahwa, kerja di luar negri adalah pekerjaan yang sangat luar biasa kerasnya dan belum tentu merupakan pilihan yang tepat tanpa persiapan yang matang. Seharusnya anggota DPR yang terhormat lebih banyak studi banding ke Philipine dari pada ke Perancis, karena di sini hanya ada Champ Elysse, Eiffel Tower dan Luis Vitton, tapi di sini tidak ada tempat, atau lembaga yang mempersiapkan TKI, kalau di Philipine itu tempat yang tepat untuk Studi banding. Dan Kalau memang kita semua bekerja bahu membahu, akhirnya Kementrian Luar Negri bisa berdiplomasi dengan gentlement ngga seperti nenek cerewet yang suka complaint dan tidak di tanggapi. Karena yang saya amati, kita bisa complaint tapi kalau kita flash back kebelakang memang kita masih banyak kurang siap nya di banding kesiapan kita.

Salut saya untuk Mbak-Mbak dan Mas-mas yang saya temui di Singapore, Kuala Lumpur, Hong Kong, Abu Dhabi, Dubai, Perancis, US, Canada, dan di tempat lainnya , Anda semua merupakan Emas dan Berlian bagi cadangan devisa bangsa Indonesia dan penggerak perekonomian di tempat anda bekerja.

Sunday, May 13, 2007

time goes to fast.....

copyright @ www.hallmark.com
Today, 9 years ago, there is a riots in the city.
Today, 9 years ago, there is also a riots in my heart.
Today, 9 years ago, I'm asked you if you want come a long with me, be my girl friend.
Today, after 9 years, I ask you, will you married me for second time.


pot de depart, I am done, well done.

I did "Pot de part" yesterday, this is kind of small party to do socialism with your friend in France, normally for some occasion like departure, it will call pot de depart, or Pot de arrivee if some come to the team. Some friends are surprise and not believe that I will leaving the team soon.

the party was great, with more than 25 people come, in fact I just invited only the small team around me, because if I am invite people who know me, I can't image-in. Well the party was nice, warm, and full of laugh.

At the end of the session, all best friend give a good wish for me for next career and great future. And they also gave me a traditional French Knife. I am so sad to leave them is like my family but I am Happy to leave them because I will be with my family.

Honey, the work is done, I will go home soon. Houston Ready for landing Over.




Friday, May 04, 2007

Culture schock, konfrontasi

Ini sebenarnya postingan lanjutan dari postingan sebelumnya, siang tadi aku sempet ngobrol dengan beberapa temen sambil ngopi, karena emang asyik kalau discuss di depan kopi machine. Ya obrolan seputar kepulanganku juga sich, mereka tanya2 aku udah dapat pekerjaan apa di tempat baru etc, etc.

Aku bilang yaa masih on discussion lah, karena ada beberapa tawaran jadi aku harus contemplating dulu all the benefit.

tapi ada hal yang menarik yang memang tidak aku ceritakan sama mereka, karena ternyata tawaran yang ada kebanyakan untuk teknologi yang 4 tahun yang lalu deh, dan ada satu tawaran untuk handle business dari teknologi 15 tahun yang lalu. Ya, itu realita di Indonesia, ternyata ilmu dan teknologi yang kita dapat di luar negri ngga bisa langsung di terapkan. Salah seorang teman di jerman bilang, wah Indonesia belum perlu teknologi canggih, yang penting murah dan mudah, kalau perlu pake kentongan instead of SMS.

Jadi bingung mau pulang atau ngga ? kalau ngga pulang yaa disini juga bosen, terlalu datar, hidup kurang tantangan, kalau ngomong kerjaan sich yaa ndak ada habis nya, lha wong orang disini pada ngga suka kerja, alhasil kita lah jadi tenaga kerjanya.

Terus, sore tadi salah seorang temen malah ngomporin, kenapa kamu harus pulang, memang ada apa disana, nothing !, aku bilang yaa aku ada keluarga :-p, kerjaan well, kinda old technology that's I agreed. terus dia bilang, techno savy macam kamu better stay here, you allways two step a head, katanya lagi. Lah emang sich, tapi kalau ngga pulang kapan maju nya bangsaku, pengennya sich nyumbang sedikit ilmu, biar kita bisa sejajar, tapi memang disini tantangannya, karena ilmu yang ada ngga bisa di terapkan secara langsung, kudu banyak customisasi. Dan temen tadi ngga puas dengan jawabanku, dia masih konfrontasi dan insist untuk membuat aku stay, dan sampai akhirnya dia bilang, well, if you don't find a job in the company, what do you do ?, aku bilang yaa find another company !!, dia bilang lagi, if you still can't find job what you are looking for, what do you do ?, aku jawab simple, well If I couldn't find a job then I will create a new job for me. Tuh bule langsung melongo dan geleng2 kepala, dia bilang you are damn crazy, karena nyerah dia cuman bilang gini, think about it, if you didn't find just back to France, your place is save here.

Halah maksa, terus aku bilang, I am sure I will find a job there, hope with European standard salary and living there, what do you think, tuh bule geblek bilang, allright, I will follow you, find two place one for you and one for me.

Nah tahu kan jawabannya, disini itu semuanya high price, sampe bule aja pengen ke Indo, doing what, is doesn't matter as long as jadi expat ha ha ha ha .

Wednesday, May 02, 2007

culture shock, Bagaimana mengatasinya

culture shock, pasti banyak di alami oleh orang yang tidak tinggal di negara nya sendiri, biasanya begitu keluar dari negara sendiri orang tersebut akan mengalami culture shock, dan ini merupakan bagaian dari process penyesuaian. Setelah sekian lama orang tersebut tinggal dan harus kembali ke negara asalnya, biasanya orang tersebut akan mengalami double culture shock, kenapa ?

ada banyak hal yang membuat itu bisa terjadi, biasanya kalau orang pergi ke negara maju dan kembali ke negara berkembang pasti akan ada kesenjangan teknologi, pola fikir, atau the way of life. Kalau orang tersebut pelajar atau mahasiswa, terkadang ilmu yang di dapat di negara maju kelewat tinggi dan ngga bisa langsung di applikasikan. Gitu juga dengan orang yang bekerja, pasti ada banyak hal yang sangat berbeda 180 derajat dengan dunia kerja selama dia berada di Luar negeri.

Lalu bagaimana mengatasi persoalan tadi ?

Saya sendiri juga sedang mencari jawabannya, karena suka atau tidak suka saya akan mengalami culture shock juga, Saya tidak takut akan hal ini, saya hanya ingin cobe mereduce volume dari culture shock ini supaya ndak terlalu banyak berdampak dalam kehidupan.

any suggestion ?

Tuesday, May 01, 2007

Between the books, The lens and Nasi Goreng

I went to the gourmande book store in Paris last Saturday, and finally got crazy because saw many receipt books, from simple cooking until difficult cooking. Also founded chocolate books, After reading and decide finally I bought some books of cooking chocolate and receipt from le Cordon Bleu, One of the famous school of cooking in the world. But I miss one of the book, named "The Cooks book", if I read from the review this book seems to be great book, but it was no more left on that book store, I am asked to madame who is the owner of the bookstore, she told me the price is around 40 euro, well that's kind of not to expensive for one book, since very complete explanation about how to cook or to made good cooking, any way it will be available in two week she said.

Finally I went also to WH Smith the English bookstore in Paris, one of the large bookstore with all English collection, but you might know English book is very expensive here in France, I don't know why...? probably is kind of protection and keep people speak French's. I found the book I am looking for but, damn the price is 57 Euro, is more expensive.

Little dispointed with the price, finally I decide not to buy this book, while I am in the books store, I do browsing over my mobile phone and found the book is only cost 22 Pound in DK dot Com , plus shipment still less than 40 euro, well just wait a while hope the price will goes down, because I don't want to spent more money at this month since I have spent beginning of this month to placed order 10 books to amazon. I am also still looking book for design kitchen, and interior design, hugghh at the end I always loose my money to buy books, I am fighting for new lens, arff, why lens is not cheap like Nasi goreng.

Sunday, April 29, 2007

A post card from her




I opened my email this morning and I got postcard notification on my mail box, with help of her mom, she write me a message that she want me to be there right know !!!. OK my lovely heart, I will be there as quick as possible. Thank you very much for your postcard, it's very touch my heart.

One Season

I am felt empty, Happiness, sadness, can come over and over, that's a life, Nothing is absolute in life, I will not be here for ever, I'll be with you as quick as possible.I like this song, not to be melancholy, just feel it and try to release it.



And this is our song, I know you like this song and also one of my favorite song, I always sing this song when I am feeling lonely.

Saturday, April 28, 2007

Just Landed and ready to do something new.

Just arrived from Abu Dhabi on Thursday night, it was very hot there around 35C but it was good for everything was great, the project was delivered on-time and very successful indeed, thanks to all local team who support me, it was nice working with you. On last day before leaving Abu Dhabi, I have small time frame to enjoy the time to take a picture. My self and one of the friend who also like to do a photography hunting together and his a Mr. Canon....

We were in Emirates Palace, this a palace where the syeik are living, but this is also a hotel and manage under Rizt Carlton, the king of emirates are living on 5th floor,this palace probably has 5000 rooms, and you can rent the room also because this like a hotel, where you have to paid 1000 Euro per night, and this is the entry class of the room. Wow, I can't image-in, but I am promise to my self, someday I will stay in this hotel for 2 weeks, arrff I am dreaming again ;)


Abu Dhabi is quite place compare to Dubai, where you will found a lot traffic jam in Dubai, here in Abu Dhabi is nice, calm event bit hot. So far the interesting things is only shopping since there is no tax, the price is quite less expensive compare with price in France, at least you reduce 20% since no tax, not so bad isn't?

but Abu Dhabi is not a good place to buy gadget, not so many place, event I found the camera shop, look on price of lens, Hog kong Prince still the best in the world. Any body will go to Hong Kong ?? please let me know ?

so what the best to buy here ? the answer is gold. that's my local colleague told me, but I am not gold fanatic, so just have a look and its really nice, you will found many type of jewelery here, and some people told the price less expensive compare to Dubai.

After 6 hours and half flying with Ethihad, national airways company of Uni Arab Emirates, I am landed in Charles de Gaulle, Paris. The flight was awesome, the service is very good, entertainment is great, and food is very nice, is same level of service such Singapore airlines.

I am off on Friday, I am enjoy a bit Paris during the evening and night, spent time with friends, and prepare all the stuff to pack and sent it back to home since I will leaving soon.

I am glad because the last part is well done, hope I will leaving the country with lot's of glory, I am Happy and for me everything is very close to the end.

I am ready to start another life................. in another place with whole family, wish me luck for the next step......

Thursday, April 19, 2007

Respect Local rules.

Hari ini arrived di Abu Dhabi untuk beberapa hari karena ada project disini yang harus di kerjakan, projectny cukup messy karena persiapan kurang dan ngga ada team member yang nge-bantuin, akhir sebagai project manager harus montang-manting kayak gasing deh, susahnya kalau dah bulan april dan mei orang di France agak kurang motivasi karena yang ada di pikirannya udah liburan aja, have to clear vacancy before end of Mei, etc.

Yaa tapi apa mau di kata, permintaan project datang dari mantan CEO yang pernah jadi CEO di Indonesia dan sekarang jadi CEO untuk Gulf Country, antara susah bilang iya dan tidak, karena orang ini sudah sangat baik sekali dalam perjalanan karir saya selama ini, dia bener2 banyak membantu support dalam banyak hal, terutama referensi.
Dari kemarin sebelum berangkat antara pengen berangkat dan ngga, tapi sudah lah pasrah aja dengan niat yang ikhlas membantu orang yang telah banyak berjasa ngga ada salahnya, saya cuma mau membalas budi baik nya, seberat apapun project ini Bismillah berangkat, aku seperti mau berangkat naik Haji, pasrahkan saja dengan Ilahi semoga ada jalan yang terbaik.

Sampai disini tadi pagi, naik Ethihad Airlines, national airways of Uni Arab emirat. Pesawatnya cukup mewah, jauh di atas Air france, boleh disamakan deh dengan Singapore airline, servicenya juga bagus, world class banget.

Sampai disini dengan lancar dan ada beberapa meeting dengan local team, finally I know banyak sekali restriction yang ada disini, sudah gitu telekomunikasi disini masih di monopomi etisalat jadi like or dislike you have to rely on them. Seharusnya hari ini sudah mulai kerja, tapi karena main equipment masih di block di custom yaa nothing to do, baru dapat kabar malam ini equipment di release sama custom, dan bisa kerja besok, well tapi besok hari jumat, orang etisalat libur dan semua office libur jumat dan sabtu, this is gonna be fine since the partner will not working, hope I can get support tomorrow and make sure the system ready for sunday.

Cerita tentang abu Dhabi mungkin lain waktu deh, harus bikin report status dan reply many email, thanks God I don't have black berry so I am not reachable anytime.

Wednesday, April 18, 2007

Demi Masa

Pagi tadi aku berangkat kantor agak siang, sekitar jam 9.30 dari rumah, sudah gitu di lantai bawah ketemu dengan Madame Gardien, akhirnya terpaksa ber-basa-basi deh, tahu sendiri deh madame-madame disini kalau sudah ngomong lama dan ngga bisa di sela, padahal dah telat nih, tapi yaa sudah lah membuat orang bahagia ngga jadi masalah, mungkin karena orang disini banyak yang tinggal sendiri dan ngga ada kawan, jadi begitu ngobrol bisa lama.

Akhirnya setelah 10 menit ngobrol, aku berjalan dengan agak cepat ke Metro Jasmin, dari sana naik Ligne 9 ke Pont de Sérve dan ganti naik bus 219 tujuan Europe nord, sepanjang perjalanan di autoroute, aku lihat kiri dan kana hutan yang gersang sudah kembali hijau bersemi, dalam hati aku berhitung, wah sudah hampir satu bulan musim semi datang dan aku juga sudah mulai menanggalkan jaket tebal ku, hanya sweater yang kadang aku masukan di dalam back pack.

Waktu sangat cepat berjalan, tidak terasa sudah hampir dua tahun aku tinggal disini, mengalami berbagai musim, semua terasa cepat berlalu. Ada yang aku suka selama tinggal di Europa, tempat dimana aku tidak pernah bermimpi untuk bisa datang dan berkarya disini, memang cukup berat harus berpisah dengan keluarga, teman dan kerabat. Untung nya aku banyak mempunyai teman dan kerabat, paling tidak bisa jadi pelipur lara. Oh ya, yang aku suka tinggal di negara empat musim adalah, kita tahu bahwa hidup masih berjalan, bumi masih berputar, musim masih berganti dan terus berganti, saya tahu bahwa Tuhan masih memberikan kita kehidupan, kesempatan menjadi khafilah di bumiNYA, dan kita tahu ada yang harus kita kerjakan selama masih hidup. Yang bekerja, yaa bekerja dengan baik untuk mencapai target, target tertentu, yang belajar ya belajar dengan baik guna mendapatkan kelulusan dan predikat sarjana, master, doctor atau Phd. Kita selalu di ingat kan oleh detik, jam, hari, minggu, bulan, tahun, walaupun terkadang kita suka lupa dengan apa yang kita kerjakan dan kita lakukan hari kemarin, hari ini dan hari esok, tapi pergantian musim buat saya benar-benar mengingatkan bahwa kita semua hidup baik disini atau dimana saja punya tujuan hidup, punya target masa depan mau jadi apa setelah lulus sekolah, mau dapat posisi apa dalam bekerja, mau apa dan mau, mau, mau lainnya. Yang setiap orang pasti punya perbedaan tentang apa target mereka dan tujuan hidup mereka.

Tak terasa, bus sudah berhenti di halte Paul dautier, dimana saya harus turun dan berkarya pagi ini, ada semangat yang penuh dalam diri untuk menyelesaikan tugas yang hari kemarin sudah berjalan, dan harus selesai hari ini, ada progress, seperti waktu yang terus berputar. Alhamdulillah setelah menerung pagi tadi di bus, saya dapat menyelesaikan banyak hal hingga sore ini, sampai saya harus berlari mengejar bus terakhir yang mengantarkan saya ke Pont de Sérve.

Ya, saya dingatkan oleh alam apa yang saya ingin capai besok? , apa target saya ?, apakah saya sudah di rel yang tepat dalam karir dan pekerjaan ?, apakah saya sudah mendapatkan apa yang saya cari ?, apakah saya sudah bahagia ?, apakah saya sudah membahagiakan keluarga saya, orang tua, saudara ?, apakah saya sudah menjadi suami dan Ayah yang baik ?, apakah saya sudah menjadi teman yang baik ?
Jawabannya antara Iya dan Tidak, kenapa Iya, karena tolak ukurnya terhadapap kepuasaan orang lain yang berinteraksi dengan saya, dan saya tidak tahu seberapa puas mereka ber-interaksi dengan saya. Lalu kenapa saya juga menjawab tidak, Karena saya merasa apa yang saya lakukan masih kurang, sebagai manusia biasa saya masih jauh dari sempurna dalam berbuat baik terhadap sesama, demikian juga hubungan dengan sang Khalik yang memberikan saya kesempatan dan kebahagian, saya masih terlalu sering melupakanNYA, saya masih terlalu jauh dariNYA, Ya rabb, ampunilah hambamu ini yang tidak pernah bersyukur kepadamu, ampunilah hambamu ini yang masih sibuk mengejar urusan dunia. Ampunilah hambamu ini yang terlalu sering menyakiti ciptaanmu yang lain, bimbinglah hambamu ke jalan yang lurus dan jalan yang Kau ridhoi, berilah petunjuk pada hambamu untuk memperbaiki segala kesalahan dan ampunilah segala dosa-dosa dan hindarkan dari siksa api neraka, janganlah kamu siksa hambamu ini karena selalu lupa dengan rahmat dan hidayahmu, jadikanlah kami menjadi orang- yang yang beriman dan selalu berada dalam bimbinganMU.

Terimakasih Alam dan sang pencipta waktu dan Alam semesta, ciptaanmu telah mengingatkanku, bahwa Engkau selalu mengawasiku dan seluruh isi jagat raya ini, sampai tiba waktunya Engkau memanggilku.

Monday, April 09, 2007

Gastronomie... semua tentang buku masakan.

Sabtu kemarin sempet chatting sama temen yang tinggal disini juga, katanya dia pernah terjebak seharian di toko buku, toko buku nya ngga besar sich, kecil aja cuman koleksinya itu yahuut bener, dia cerita sampe menyakinkan gitu. " Eman buku apaan sich ..???" tanya aku, " Toko buku itu cuma menjual buku resep,masakan", katanya lagi. isinya semua jenis masakan dan katanya penjual di toko buku itu sangat ramah dan ahli menceritakan hampir semua resep yang ada di dalam toko buku nya dengan lancar, dan tentunya dalam bahasa perancis hahaha.

Ini alamat toko buku nya

Gastronomie - Oenologie
Librarie Gourmande
90, Rue Montmarte
75002 Paris - France
http://www.librairie-gourmande.fr/main.asp


Kalau melihat dari website nya, lumayan menarik nih isi katalog buku nya, dan harganya pun cukup lumayan untuk ukuran sebuah buku. Cuma belum sempet kesana, mungkin minggu depan perlu nich hunting kesana untuk liat buku nya dan mencari resep tentang coklat, tahu sendiri kan coklat perancis wuiihh mantab.