Friday, January 26, 2007

The Choices of mind



According to the image, is representing what is going on in my mind, I have nothing to write on desicion, comment are welcome.

Monday, January 22, 2007

Stop press, liputan khusus model D&G



Lagi liputan hunting Pont de Paris, alias jembatan di Paris, eh malah jebule dapet si manis jembatan Alexandre, Untung bukan si manis jembatan ancol, tapi tetap aja bikin dengkul jadi gemeteran. Mba, opo ngga kademen toh sampeyan, ini udah 7 derajat koq ndak mantelan toh.

Friday, January 19, 2007

Taschen, soldes


Pulang dari kantor ngga langsung ke rumah, tapi mampir dulu ke daerah Odeon, hari ini ada soldes buku di toko buku Taschen, Toko cukup punya kelas di kalangan peminat seni, Karena banyak buku nya bercerita tentang seni dan cerita tentang tokoh, mulai dari Van Gogh, Davinci, Salvador dali, rembrant etc, selain itu juga banyak mencetak buku tentang kehidupan, alam sekitar, sejarah, design baik interior dan eksterior, Film, Life style etc. Lho koq jadi promosi.

Buku di sini beragam, harga mulai 5 euro sampai yang harga 5000 Euro juga ada, makanya pas lagi soldes, harus nyempetin dateng, karena cuman tiga hari muai jam 18.00. Nah gitu sampai disana, toko buku yang ngga terlalu besar ini, sudah di padati banyak orang, dan serunya lagi buku2nya di obral murah, dari yang harganya 150 euro cuma bayar 50 Euro, kebayang kan. Dan buku-buku itu bukan buku bekas dan jelek kwalitasnya, ini buku masih baru masih di plastik dan bagus. Setelah mencari beberapa saat akhirnya menemukan bukunya Frans Lanting, pengen beli juga seri yang lainya, cuman udah berat bawanya nich, karena aku beli juga kumpulan lukisan Salvador dali, dan beberapa buku Art. Pas lagi muter di bagian pokok ngeliat bukunya La tour Eiffel, nya si Gustav Eiffel, cerita tentang sejarahnya Eiffel plus dengan design dan gambar2/ rancangan menara Eiffel setinggi 300 meter yang di ambil dari teknologi jembatan, karena si Gustav ini memang ahli jembatan. Bukunya cuman 70 Euro dari harga 200 Euro, hmmm besok deh kesana lagi, kapan lagi bisa beli buku bagus, soalnya pernah liat buku cetakan Taschen ini di periplus di Bandara Ngu-rah rai Bali, di jual 600.000 perak, padahal aslinya disini cuman 30 euro, udah gitu sekarang discount jadi 10 Euro.

Untung disini ngga ada FPI, soalnya ada buku sejarah 50 tahun majalah Playboy, yang isinya maaf yang usah di bilang deh, dan banyak lagi buku sejenis, maklum lah buat orang disini itu bukan hal yang tabu untuk di liat dan di bicarakan kalau sudah cukup umur. Karena buat mereka itu bagian dari seni dan kultur mereka, ini tersirat dari banyaknya barang sejarah/ patung / monumen/ lukisan jaman baheula yang sudah buka-bukaan, dan mungkin buat kita itu bukan seni, jadi memang sudut pandangnya beda dan kita punya kultur yang juga berbeda.

Setelah ngabisin hampir 2 Jam disana, perut udah minta disini, yaa sudah pulang deh dan sebelum pulang bayar buku bagus sebanyak itu cuman kurang dari 25 euro, waakkkkksss, asleeee murah-murah.

Thursday, January 18, 2007

Ditolak Amazon

Serius, sudah beberapa hari tag di YM saya " ada yang mau datang ke Paris, Dari Hong Kong / US" tolong kasih tahu, ini memang belum saya ganti beberapa minggu ini, karena cuman satu permasalahan, disini ngga bisa beli lensa, sebenarnya bukan ngga bisa beli sich, tapi harganya buat saya ngga reasonable banget. Masak harga lensa second sama dengan harga lensa baru di Jakarta, padahal harga di jakarta sudah lebih mahal antara 100-200 USD dari pada harga di HK atau US.
Nah disini kalau beli satu lensa baru bisa beli lensa yang sama plus another lense model lain such Tokina, Sigma.

kemarin nanya temen yang pernah sekolah di Pajak di Perancis, berapa sich import tax kalau beli sesuatu dari Luar Perancis, jawab nya "wah, mas Itu teknis sekali, saya harus liat document nya lagi, dan internet nya lemot disini", hmm maklum sekarang dia di Indo. Terpaksa deh googling dan nemu Country Tariff Information, kalau di baca mungkin kena tax sekitar 19% plus 3 - 6 persen dari harga barang, and plus di tambah ongkos kirim tentunya. Intinya masih lebih murah 30-40 persen dari pada beli disini.

Semangat donk, akhirnya memburu di Amazon.com, dan mendapatkan beberapa yang di cara, dan asli murah banget, lansung masukkan ke dalam basket dan siap bayar dengan Kredit card. Apes nya dapat message yang intinya "Maaf kami tidak bisa melayani pesanan anda, silahkan check ke amazon website di negara anda", arrrggghhhh, ini amazon.com tahu ngga sich kalau amazon.fr ngga jualan lensa nikon :-p. Hmm udah semaleman baca tuch tariff import ternyata di tolak amazon.

yaa udah coba cari dari website US yang lain dulu deh, atau beli leway ebay, hmm padahal harga di amazon.com murah banget, ayoo yang dari US mau ke Paris tunjuk tangan, saya nitip lensa.

ahh nasib....... nasib, coba di sini ada soldes lensa yaa ;)

Tuesday, January 16, 2007

Verifikasi Belanja Online via Internet di Perancis

Habis lunch terus buka email dan dapat email marketing dari website tempat aku suka belanja, DVD lagi murah nich wah jadi tertarik. Setelah memilih aku mebayar dengan online, tapi siang ini ada yang baru kayanya, system pembayaran online kan biasanya masukin nama, no kartu credit lengkap 16 angka, terus expired date, dan 3 angka di belakang card.

Tapi kali ini ada pilihan "Plus Secret" coba ah, apa sih bedanya.

1. Masukan Nama lengkap spt yang tertulis dalam kartu.
2. Diminta masukan 8 angka pertama ( ini bedanya ngga full 16 angka )
3. Diminta masukan tanggal expired.
4. Diminta masukan 3 digit verfikasi.
5. Mobile number.

Setelah menekan tombol process, handphone ku bunyi, tapi koq malah ada suara IVR orang perancis, ah aku tutup aja, eh pas liat di screen ada" process tidak dapat di lanjutkan karena anda tidak melakukan perintah selanjut nya", hmmm.
aku ulangi lagi teken tombol OK, terus mobile phone bunyi dan

1. ada suara dari IVR yang meminta aku memasukan nomor telepon, dan saat yang bersamaan screen di monitor berganti aku untuk memasukan nomor mobile phone di IVR di ikuti tanda #.
2. Kemudian Screen berganti, Verifikasi pertama berhasil, nomor telepon di database dan yang di entry ke IVR lewat mobile phone sama.
3. Screen berganti, meminta aku memasukan 8 Digit terakhir dari Kartu kredit, terus pencet 8 angka terakhir di mobile phone di tambah tanda #.
4. Terus layar screen berganti, di bilang process verifikasi online OK, transaksi anda di terima.
5. Berberapa menit kemudian dapat email kalau online translation di approved oleh VISA, dan invoice nya di kirim online.
6. Terus ada email masuk dari penjual online kalau ada order atas nama aku dan pembayaran OK.
7. Ada email lagi, lengkap dengan invoice dan nomor tracking dari La Poste dan barang pesanan akan sampai dalam 2 Hari.

Wah systemnya lumayan canggih nich, ngga conventional, walaupun intiya ngasih nomor kartu kredit, tapi processnya bagus juga, jadi ini bisa melindungi fraud, cukup menarik sekali,walaupun agak sedikit ribet dan harus menggunakan dua media, yaitu komputer dan telepon, tapi sebagai pembeli perasaan aman sangat terasa sekali.

oh ya service yag di pakai oleh toko online ini menggunaka jasa bank dari Caisse d'Epargne . Mungkin juga bank lain melakukan hal yang sama, tapi seriously ini very secure, karena End user di libatkan dalam process, secara aktif.

Wuih, seminggu kemarin adalah minggu tersibuk awal tahun ini, (hmmm emang kapan yaah gue ngga sibu :-D). Kerjaan udah 70 persen berjalan sesuai dengan planning, padahal dalam bikin planning aku ngambil banyak margin biar bisa santai dikit, eh ternyata malah lebih cepat dari planning. Cuman kepala rada pening, bukan karena banyak problem tapi kena RF dari WiMAX yang power nya aku full kan 35db, padahal di cuman diem 5 menit di showroom untuk ngeliat result test, sampai senin masih stabil, cuman aku minta sama engineer nya untuk di reduce bisa-bisa rontok nih rambut.

Sabtu kemarin sempet jalan-jalan di Paris, dan asiknya sekarang lagi Soldes, semua product discount mulai 30%-70%, tapi ngga untuk barang elektronik dan lensa.

Tapi kebayang kan discount barang branded disini, dan discountnya beneran ngga ada cerita barang di mark-up baru di discount he he he. Sempet liat-liat sih cuman ah nanti aja lah.

Emang niat mau mampir ke toko buku Whsmith di Rue Rivoli, ini salah satu toko buku terbesar di Paris yang menjual buku khusus dalam bahasa Inggris, hampir 3 kali dalam sebulan aku selalu ke toko buku ini, dan aku punya discount card jadi tiap beli buku yaa dapat 5% discount. Kalau nasib lagi beruntung kadang suka nemuin model-2 yang tampang nya dan cover majalahnya sama dengan model tersebut, Jadi counter majalah isinya kebanyakan model, tapi aku bukan model heheh ngga ada tampang.

Karena lagi soldes ada beberapa buku yang bagus yang masuk katagori soldes, lumayan lah buat library, kebayang kan dari harga 40 euro di discount sampe 11 euro, udah gitu karena punya discount card masih di potong 5% heheh C'est pas mal ca.

Akhirnya jalan mengikuti kaki melangkah sampai di Rue Monggalet, disini Glodoknya Paris, tad nya ngga niat tapi pas inget Hardisk di rumah udah hampir habis, ya sudah tepaksa menambah lagi, yaa siap2 aja buat simpen Raw file, sebelum di burn ke DVD.

Habis dapet yang dicari, perut minta di isi, hmm dekat situ ada Greec / Kebab, yaa udah makan dulu deh buat nambah tenaga, sambil nunggu kebabnya jadi, aku duduk dan di depanku kaca cermin besar, tanpa sadar wah rambutku udah ubanan banyak juga nich di kanan dan kiri, wuiihh udah tua nich gue hehhhehehe. Gitu kebabnya dateng langsung di santap deh, tapi tetap inget dengan uban, apa perlu di semir yaa jadi Biru :-D

Musim dingin gini, jam 5 sore sudah gelap, tapi ngapain juga pulang baru jam 7 malam selain ngga gitu dingin cuma 15 derajat, kayaknya belum banyak jalan seminggu karena stuck dalam meeting, conference call dan discuss dengan team Paris dan Stuttgart, akhirnya dari Monggalet pulang jalan kaki menyusuri malam.........

Sunday, January 07, 2007

Lensa ngga di urus

Taken from dpreview D200 Forum.



Waakss, Pasti tukang IT tambah ngebet tuh dengan Jumlah lens yang bejibun, tapi itu bukan punya aku tuch, naksir juga sich dengan lensa yang di sebelah kiri, mungkin bisa ngeliat tahi lalat nya mahluk luar angkasa kali yaa


Friday, January 05, 2007

Lensa bikin orang jadi Nafsu

Lupa matiin YIM, jam 3 Pagi, kebangun karena Buzz dari YIM :-D

siapa sich yang bangunin orang tengah malam buta, hmm ternyata Tukang IT, doi tahu kalau aku aliran Nikon, terus ternyata dia sekarang lagi beralih aliran jadi nikonians and then DSLR nya butuh senjata baru jadi tengah malam dia maksa supaya lensa gue di jual, ini antara ngantuk dan bingung, terus chatting bentar soal lens, aku terus aku bilang wah gue balik ke Indo masih lama, karena doi tetep insist supaya aku jual lens nya ke dia , waaakkssss

Nafsu bener, nih orang .........

terus aku saranin aja supaya doi untuk invest beli nikkor AFS 18-200mm VR f/3.5 dari pada harus beli yang standard AFX 18-70mm, kebetulan aku punya lens ini, dan Doi ngotot supaya di jual dengan harga friend, waakkssss :-D,

Sorry bro, masih belum pengen di jual soalnya aku belum sempet beli AFS 105mm V macro, "eh dia bilang ngapain beli macro, mau photo semut ???", kekekeke dia ngga tahu habis winter banyak bunga-bunga di sini dan rencannya mau hunting ke Belanda liat tulip, lagian seru bisa photo-photo serangga.

Doi tetap nafsu nich nanyain lens nya, "gimana elo lepas ngga ?" belum deh, belum bosen tuh sama lens, lagian sekarang di pinjem temen disini kekekke dia tambah ngamuk,terus dia ngamuk lagi karena aku tanya "kenapa make D70s?", "kenapa ngga make D80 aja, soalnya D70s kan dah discountinue dan di ganti D80 ??", hahahha malah mencak2 dia hahahhaha.....

"terus dia bilang elo tuh yaa merendahkan D70s", katanya.
"Lha, aku ngga bilang itu, kan cuman bilang udah discontinue, siapa yang bilang ngga bagus ?"
terus dia tanya, "emang elo make nikon apaan sich ??"
aku bilang dengan lugu sambil ngucek belek, "wah gue sich make yang murah aja, karena ngga sanggup beli D2H series, jadi cukuplah make D200"
kekeke dia tambah ngamuk ,

yaa lagian elo bagunin orang pagi buta udah gitu gue di todong lagi, dasar lo preman IT.

"dah gue cabut mau tidur lagi" dia bilang OK, "jadi kapan nich gue bisa bayarin lens elo", aduh ampuunnnn DJ..

tuh kan jadi ngga bisa tidur lagi.......

Wednesday, January 03, 2007

Sayur kenangan

Hari pertama masuk kantor dah sibuk ngga keruan kayak gasing, karena beberapa big project it have to start ASAP. Udah gitu deadline juga tinggal cuman beberapa minggu lagi, akhirnya terpaksa deh skip makan siang, yang ada cuman sibuk bolak balik ke cafe machine untuk ambil cafe atau coklat panas, untung hari ini ngga terlalu dingin. Pulang kerja malam ini udara cukup menyengat di tambah perut yang lapar, hmm terbayang makanan uggghhhh.

Sampe di rumah tadinya mau makan Tongseng Kambing, yang aku masak kemarin, tapi begitu liat ada sawi, langsung berubah pikiran, sebelum Tahun baru aku sempet belanja ke Tang Frere, toko Asiatic di daerah Paris 13 atau di kenal dengan China Town, disini semua bahan masakan asiatic banyak tersedia cuma mesti hati2 dengan ke-halalan nya karena banyak bumbu yang pakai porc. Akhirnya pilihan masak oseng2 Sawi, dengan bumbu yang mudah, cuma cabe, bawang putih dan merah di rajang kecil2 terus di tumis sampai harum, tambahin terasi udang, sama udang dan aku tambahin sosis, ngga lupa sedikit garam dan gula pasir, pas udah terasa wangi ya masukin sawi yang udah di cuci dan di potong, setelah sawi layu tingga tambahin tomat tunggu sebentar dan siap di santap. Selagi masak aku jadi inget kenangan puluhan tahun yang lalu waktu SD, sering ikut Camping karena dulu aku cukup aktif di pramuka dan masak, yaa masak sayur kangkung, sawi atau nasi goreng, etc heheh. Ternyata ada untungnya banget karena Pramuka bener2 melatih untuk survive. Kemana yaa temen2 pramuka aku dulu :-?

Yah akhirnya sang Tongseng Kambing masuk Frizer lagi, hari ini makan masakan hijau.

Monday, January 01, 2007

150 Hari lagi

Setelah melewati beberapa rintangan, tantangan dan hambatan perjuangan belum ber-akhir masih tersisa 150 Hari lagi, Dan 150 hari lagi bukan merupakan akhir, itu merupakan awal dari perjuangan baru, saat ini aku belum bisa melihat dalam 150 hari akan bagaimana, dan akan kemana, tapi keyakinanku dalam 150 hari lagi semua akan menyatu dan bersatu kembali, aku yakin itu akan memberikan enargi baru yang luar biasa untuk kembali berjuang untuk jangka yang panjang. Semoga semuanya akan menjadi lebih baik dari yang sekarang.

Melihat catatan ke belakang.

Tahun ini memang tahun yang cukup berat buat bangsa kami,
karena musibah masih saja datang tiada henti,
Mungkin karena ini Salah Kami yang terlalu sering melupakan Mu
Atau Mungkin kami sudah terlalu sombong di depan Mu

habis sudah rasanya air mata ini jatuh menetes ke bumi,
mendengar berita-berita duka yang datang silih berganti tiada henti,
Tuhan, semoga ujian bagi kami membuat kami menjadi bangsa yang tabah
dan semakin taat kepada Mu,
Tuhan, Jangan lah Engkau berikan Azabmu yang pedih,
kami sudah tidak sanggup menerimanya,

Tuhan Ampunilah hambamu yang lemah tanpa daya ini,
yang telah banyak berbuat salah, yang terkadang melupakan Mu
Tuhan bimbinglah Kami, terangilah jalan kami, Lindungilah kami
Mudahkan segala urusan kami, Luruskan lah jalan kami,
sayangilah kedua orang tua kami, sayangilah anak istri kami,
sayangipemimpin bangsa kami,
sayangi guru-guru kami, sayangi saudara kami,


Tuhan, hentikanlah Azabmu pada bangsa kami,
Lindungi bangsa kami, anak keturunan kami dari kehancuran dan kenistaan,
kuat kan kami, persatukan kami,
berilah kesempatan agar kami bisa berbuat lebih baik di tahun ini
berilah kesempatan agar bangsa kami bangsa yang besar,
semoga kesalahan-kesalahan menjadi perlajaran berharga buat kami
Semoga engkau mengabulkan segala permohonan kami.
melindungi kami, memudahkan urusan kami





Thursday, December 28, 2006

Pusingnya jadi orang tua

thank to sigit, image nya aku ambil tanpa seijinmu


Sebenarnya ini bukan hal baru di Indonesia, specific di Jakarta, pembicaraan ibu-ibu saat pembagian raport, saat di arisan, saat ngerumpi di kantor di mall, juga obrolan iseng bapak-bapak di kantor soal pendidikan anak. Awal tahun biasanya orang tua sudah mulai menyiapkan mencari sekolah untuk anak2 nya, walaupun awal tahu ajaran baru baru di mulai bulan Juni/July, dan memang sekolah2 yang di kenal "BAGUS" sudah membuka pendaftarannya. Dapat kabar dari dari beberapa teman yang mengeluh bahwa dia "terpaksa" mengeluarkan uang cukup banyak 8-12 juta untuk pre-school, dan hampir 20 Juta rupiah, untuk mendaftarkan Anaknya di sekolah Favorite, bahkan ada yang meminta bayaran dan uang pangkal di muka selama setahun. Katakan lah uang bulanannya 5 Juta sebulan berarti sudah harus mengeluarkan uang 60 Juta selama tahun pertama di tambah uang pangkal 20 juta, in total sudah 80 Juta untuk masuk ke "Sekolah Dasar", ini belum yang membayarnya dengan Dollar atau singapore dollar. kemudian seorang di tempat pembagian raport jadi "keder" plus sedih, "wah, jeng suamiku apa bisa yah membiayai pendidikan anak saya ke SD itu, kalau biayanya selangit gitu", tampangnya sudah putus asa karena takut anaknya ngga bisa masuk ke sekolah yang katanya "BAGUS". fenomena atau realita, persoalan nan dilematis ini pasti banyak membuat orang tua sakit kepala.

Salah seorang familly malah dengan bangga bilang kalau anaknya di sekolahkan di sekolah yang berbayar dengan Dollar, dasar aku suka iseng, " wah mbak, kayak di glodok aja, disana juga terima bayaran dollar kalau mau beli komputer jangkrik", asli guyonan ngga lucu.

Aku sempet tanya apa sich kurikulum yang di ajarkan di sekolah "Bagus" itu ?

seorang teman bilang, "Mas, di sekolah itu dari SD sudah diajarin bahasa Inggris dan eksulnya bahasa Cina, perancis atau Inggris"

ya, aku tanya apakah itu memang berguna, kalau bahasa sehari-hari masih bahasa Indonesia, lah kita ini tinggal di Indonesia, berbahasa Indonesia, kalau belanja di kelas carefour atau kemang, plaza Indonesia sekalipun masih memakai bahasa Indonesia. Kalau memang anaknya pengen cas-ces-cos berbahasa Inggris yaa sekolah sekalian di Anglo-Saxon dari Awal biar jadi Fluent. Apa kita sudah ngga bangga dengan bahasa sendiri, apa bahasa Indonesia sekarang sudah jadi bahasa ketiga setelah bahasa asing tadi ?

Saya bertanya, sebenarnya ada fenomena apa sich ? lha wong tinggal di Indonesia, mata uang nya rupiah, gaji rupiah, bayarn pasien dari prakter juga rupiah cuman untuk yang satu itu koq harus mbayar dollar di negara sendiri, terus si mbak dengan santai bilan, "lha so what gitu lho".

Saya yakin cerita saya tentang si Ibu yang panik mungkin bukan di alami banyak Ibu2 di jakarta, dalam jumlah saya yakin mungkin bisa ribuan, bahkan jutaan ibu-ibu sakit kepala. dalam kasus kedua,tapi saya juga yakin banyak ibu-ibu yang bisa membayar dengan Dollar, atau Euro bahkan Poundsterling, cuman kan menggelitik, lah koq sekolah di Indonesia gitu lho. Kalau anaknya sekolah SD di London, Paris atau Berlin ya wajar donk.

Ini sebenarnya baru contoh persoalan dari puncak gunung es persoalan pendidikan di Negara kita, karena demi mengatas namakan gengsi dan trend, orang rela mengeluarkan kocek sampai dalam, serta harus rela membayar jutaan rupiah atau ribuan dollar untuk yang namanya pendidikan dasar. Coba hitung berapa biaya yang harus di keluarkan untuk membeli dollar yaa demi sedikit orang semua warga negara harus menanggung beban negara yang devisanya kabur ke US.

Pandangan saya ada kegagalan dalam sistem pendidikan di Indonesia secara general dan ada degradasi gradual menuju ke arah yang tidak pasti, dimana pendidikan "Bagus" hanya untuk orang yang berduit, pertanyaanya apa orang di Jakarta sudah ngga percaya dengan yang namanya SD/SMP/ SMA INPRES, padahal 20 atau 30 tahun yang lalu "kita" para orang tua sekolah di SD INPRES . Jadi apakah SD INPRES memang sudah ngga up-todate lagi dengan perkembangan jaman atau ini hanya trend saja, kalau memang ngga up to date dimana letak tanggung jawab pemerintah, terutama yang terkait dengan pendidikan. Apa memang kita sudah tidak berdaya atau memang kita sendiri yang sengaja membuat diri kita sebagai tawanan yang sengaja tidak berdaya dan rela di "jajah". Saking parahnya system pendidikan ini sampai pada akhirnya banyak yang menerapkan home scholling karena tidak mau ikut terjebak dengan "system".

Pernah ngga sich ngebayangin kalau pendidikan sudah sangat sedemikian mahalnya di Indonesia, bisa jadi untuk menghasilkan lulusan sarjana bisa sampai Milyaran rupiah yaa. Betapa mahalnya hidup di Indonesia. Jadi mikir kalau cuma alasannya supaya anak bisa berbahasa asing cas-cis-cus, mendingan tak sekolahin di negaranya Napoleon aja, selain bisa berbahasa Perancis plus gratis -tis- tis-tis.

Wah koq saya jadi ikutan mumet

Monday, December 25, 2006

Good News, balanced and free, why not.

Subscribe to French internet service provider called free.fr, got 400 TV Channels, 24 MB internet connection and PSTN phone, there is two choice still keep france telecom or not attached to France Telecom and have your own number plus you can make call to all fixed phone in France, china, US, and some countries for free, and you just have to pay 30 Euro. Except you register to additional channel from the list you have.

Personally I am not often watching TV, I prefer to browsing to internet to find information, I was subscribe CNN and BBC one year ago, but last two week I decided to unsubscribe, and know I got new channel Al-aljazeera international with very good English ( because the reporter is an English speaking ), Objective, Balance and another alternative.

So what should I got not objective news and is not free not free ??, I think is better if I got the great news and off course free. I believe this TV Channel will be one of big news TV will be steap a head compare to CNN, I believe so.

buy the pictures to donate eartquake victim in Yogjakarta


Indonesian Student in Paris is one of the most active organization from Indonesian community in France, I remember it was two years ago when people who live in Aceh had Tsunami disaster the organization are react and did something to react and taking care to collect the donation from France people I was not here at the time but I heard is sending quite a lot of money to help Aceh people.
And few month ago once Yogjakarta had earthquake the team was react and doing something to find donation, and at this time they are doing charity events called "le marche javanais", and they invite people to come and to enjoy traditional Javaneses Dance, music, etc. And the things was very impress me that some of them who dance and play a traditional music are not Indonesian, they are local people who learn our tradition. And the money we got from selling ticket and some food and goodies we are sending to elementary school "SDN PETIR 2 SRI MARTANI di Bantul Dusun Petir Kelurahan Sri Martani Kec Piyungan" hope the money we are collected can help to renovated the school but I am sure will not enough since the school was completely damage, the total money we had sent to them about 1,166.70 EURO.

If any one of you are interested to buy my picture to do donation please contact me, all the money will be donate 1oo% for help school in Bantul.

I am really happy that Indonesian student are always remember their country, their family when they are have a problem, event I am not student I also happy to help them to take some picture from my gear and I am happy if I can also help people who need our help.

Saturday, December 23, 2006

Mengukur Kepuasaan



Mengukur kepuasaan, memang ngga ada barometernya, apalagi namanya kepuasaan materi dan duniawi, Manusia itu memang tidak pernah puas, Begitu juga saya, cuman bisa berdo'a supaya bisa ngerem dikit dan be realistic. Ambil contohnya diri saya sendiri, pertengah tahun ini saya sempet spent uang cukup besar untuk membeli mainan yang memang saya idam-idamkan beberapa tahun yang lalu, Digital SLR, akhirnya keputusan saya jauh pada Nikon D200, karena memang saya tahu ke handalan Nikon. Akhirnya sesaat kepuasan terlampiaskan setelah menunggu sekianlamnya, walaupun istri sempet cemberut dengan harganya yang luar biasa untuk sebuah camera, tapi dengan cukup bagusnya hasil bidikan saya, terutama saat membidik anak dan dia juga sich, jadi sampai pernah di protes, karena photo2 yang di bali isinya cuma mamanya anak2 aja, tapi yah dia sedikit tersenyum kecut waktu tahu detail price of DSLR itu, tapi tetap manis koq walaupun sempet di cemberutin.

Sudah cukup satu lens, koq kayaknya pengen lens yang lain, karena kebutuhan, karena memang lens di jual secara terpisah tergantung kebutuhan, untuk wide angle, tele, super tele, micro, prime dan lainnya ngga "bisa" dengan single lens, kecuali di paksain tapi hasilnya ngga maximal. Sedangkan untuk bisa punya banyak lens uang yang harus di keluarkan bisa 3 kali lipat dari harga body camera tersebut, walaupun ngga harus make nikkor lens, bisa juga pakai sigma, tokina, zeis atau lensa third party yang memang cocok di pasang untuk body tersebut, untungnya hampir semua lens baik yang manual atau autofocus bisa masuk dengan D200. Itu baru lens, belum tripod, flash, compact flash dan tetek bengek lainnya, kalau di paksakan wah bisa menguras kocek sampai kering deh hanya untuk hobby yang satu ini.

Kebutuhan lain selain gear lens yaitu Digital processing yang memang asyik sekali untuk memoles hasil photo yang kita ambil, atau sering di sebut dark room processing. Awal-awal sich aku masih OK dengan memakai laptop yang memorynya udah 1 GB, tapi semakin hari di karenakan semakin banyak photo hasil jepretan memaksa hardiskku penuh, karena memang 1 files bisa sampai 10 Mb. Alhasil terpaksa beli Hardisk baru atau pengen ganti komputer yang processornya dan memorynya lebih besar, lah kalau Laptop mana bisa di upgrade, hmmm mulai lah melirik Apple Mac Pro, gubrak..... totalnya 2400 euro, hmm atau pake PC / barebone ( PC Mini ) aja deh terus makai Mac OS, eng ing eng bisa teken 50% yaa cuman lumayan masih mahal. Memang sangat dilematis antara hobby dan spent money, dan terkadang jadi ngga realistis demi hobby... akhirnya setelah berhitung saya beneran parkir dulu deh, kayaknya belum bisa hahahah sementara cukup menggunakan yang ada dan menabung dan menabung dulu, yah bersyukur deh udah punya gear yang cukup dan DVD writer, jadi sementara tuh hasil photo di simpen aja dalam DVD, kalau udah ada waktu dan duit baru deh di edit2, seorang temen sempet bilang, wah emang sudah siap beralih profesi jadi photographer ??, waks, photography cuman hobby tapi kalau bisa menghasilkan selain kerja profesional kenapa ngga, cuman sekarang belum.

Jadi emang gitu, udah punya satu mobile phone, pangen yang lain wah kayaknya chocolate dariLG bagus nich, udah punya PDA satu wah kayaknya Qtek bagus nich bisa smartphone, bisa buat PDA bisa juga buat 3G phone,
udah punya satu tas Louis vitton asik juga yaa kalau ada 3 plus bally dan tas produksi cibadut,
dah punya rumah di pondok indahsatu ahh seru juga nich kalau bisa punya rumah yang ada kolam renangnya, apalagi town house yang sekrang lagi ngetren, udah punya mobil satu ah asik juga bisa ganti-ganti mobil........ never ending

hmmm untung saya cuma kepengin punya lens baru dan bukan istri baru hahahhaha:-D, Iya lah lens boleh banyak dan bisa ganti2 tapi istri yaa satu aja karena istri kan bukan lens,

Memang manusia ngga pernah puas, termasuk juga saya.... Ya Allah lindungilah hambamu ini

Liburan ngga ada planning

Libur tlah tiba......

Tadi siang aku dan temen di kantor ngadain acara minum bersama sebelum liburan Noel dan tahun baru, yaa ini semacam kebiasaan orang disini dalam menyambut hari-2 special.

Biasanya tersedia semua macam minuman, makanan ringan, terus karena aku ngga ngerti yang kayak gituan yaa udah aku minum jus anggur aja, dari pada get drunk di kantor dan ngga bisa pulang, cari yang aman dan halal, aja.

setelah selesai acara kebanyakan pada pulang, karena Natal udah dekat, jadi pada sibuk beli Kado atau pulang kampung, yah mirip lebaran deh, semua sibuk. begitu juga temen2 indo disini ternyata pada pulang ke Indo, padahal pada ngga natalan mereka, alasan yaa kan disini dingin. Emang bener disini lumayan dingin, malam ini udah 0 derajat, wah liburan ini bisa bete donk, masak cuman ngendon di Paris aja. Pengen balik lagi ke Jakarta, cuman libur seminggu ini yaah capek di Jalan aja.

buat yang nganggur dan ngga ada ide liburan kali ini, hubungi saya, mungkin bisa kemana gitu, naik ke alpen juga boleh lah, dari pada bengong sendirian.

Wednesday, December 20, 2006

incroyable,

What the beautiful day, the Sun finally come up with big smile, apres deux jours pas de soleil, aujourd'hui, Il fait beau. I am happy even today as expected to be cold with sunrise, when I left my apartment was 3 degree this morning.

Several block from where I lived, I saw there is one girl are complain and angry with sapeur pompier de Paris, because she was blocked on the street in front of fireman office, she look not patient waiting the fireman parking the truck, she went out from her car and she look very angry. ThenFrench's girl was screaming out of several fireman, some of the fireman also was not happy because she talk some bad languages to them, but the chief was take care of the young fireman not to be emotional, and after the truck was parked properly and the chief let her to drive a way, she still outside the car and she was talking and keep with high intonation and almost screaming, I said " C'est pas vrai, incroyable", until some cars on the queue are pressing the horn, and asked the girl to move, "allors bouger,bouger" said the man from the other car.

Well, is like in the movie, I just stop few minutes to look the drama on the street in great Sunny morning, yep it happen sometimes people in the big city is very temper, a lots of problem living in big city, got traffic jam, or perhaps rushing to go to toilet, etc,

"regard cette mademoiselle elle très jolie, événement qu'elle regardent très fâchée, et il est petit exemple, cette fille française ne sont pas facile ce contrôler", just walk away......

Tuesday, December 19, 2006

Sedikit sinar yang menggetarkan hati

Matahari benar tak datang pagi ini. Berangkat dari apartement sudah jam 8.30 masih gelap sekali, dan udara cukup sejuk 5 derajat saja, ditambah sedikit angin di pagi hari, Aku berjalan cepat sekali menuju Station metro, bukannya takut kesiangan, tapi kepala yang muali botak ini ngga tahan juga kena semilir angin pagi ini.

Puffs, 8 Menit dari apartment ke Stasiun metro Jasmin, jaraknya memang ngga terlalu jauh sekitar 1 Km, lumayan aja olahraga pagi, dalam hitungan detik dah ada di dalam kereta yang menuju Pont de Serve. Kurang dari 10 menit dah sampai dan aku harus keluar ganti dengan Bus, wah ternyata di luar sana masih gelap dan berkabut, dans ce minutes, aku dah berada di dalam bus, dan bilang bonjour sama supir nya sambil tunjukin La Carte Orange, seperti biasa dapat tempat duduk Favorite dan sepanjang jalan mendung dan gelap, "ah sedihnya, mendung", kata ku.

Dan gitu sampai di kantor, aku buka tirai lebar-2 supaya aku bisa melihat kalau ada matahari keluar, sesekali menengok keluar sambil bales email yang ngga ada habisnya, project document yang harus di selesaikan dan expense report yang belum kelar, tapi sang mentari ngga muncul juga, makan siang udah lewat, aku kembali asik di depan komputerku tanpa disuruh kepala menoleh ke jendela, dan aku liat seberkas sinar mentari di tutupi awan tebal...

at least masih bisa ngeliat cahaya walaupun sedikit, wah bener-bener bikin hatiku bergetar... Subhanallah..... sayang tadi aku ngga bawa cameraku, aku coba capture dengan camera di mobile phone hasilnya kurang bagus, yaa udah aku pandangin dalam2, temenku manggil ngaja ngopi aku cuekin aja, aku bener2 menikmati... dan kurang dari 10 menit, awan gelap menutupi yaaa sudah lah aku mau bilang apa lagi, cuma bersyukur hari ini masih bisa melihat matahari..... yaa semoga Tuhan masih kasih kesempatan lebih lama lagi melihat matahari di hari esok.

mungkin kalau yang tinggal di negara tropis, bosen kali yaa liat matahari, cuma kalau yang tinggal di negara 4 musim melihat matahari adalah satu keindahan tersendiri, kita bisa mengagumi ciptaan NYA, karena ngga ada setiap saat. Kebayang kan yang tinggal di Finlan atau daerah kutub sana yang ngga pernah atau jarang liat matahari, bahkan banyak orang yang jadi gila dan bunuh diri karena malam yang panjang tanpa ada pagi yang cerah dengan sang mentari.

semoga besok bisa melihat mentari, as expected bakalan cerah, mau -1 derajat juga aku jabanin deh.

Monday, December 18, 2006

Menanti Matahari

Ternyata ramalan meteo kali ini agak meleset, karena ternyata hari ini cloudy ngga seperti yang mereka bilang kalau hari ini akan ada matahari. Akhirnya di rumah aja, tidur, baca buku, denger musik, browsing sampe bosen juga di rumah seharian, cuma mau keluar wah dingin juga rasanya. Akhirnya terpaksa diam di rumah being lazy, setelah 3 minggu nih apartment kosong.

sekarang bingung mau ngapain lagi, asli bosen banget ngga bisa ngeliat matahari... yaa semoga esok masih ada matahari pagi yang bersinar cerah di pagi hari, padahal liat meteo matahari mungkin baru muncul hari selasa dan rabu plus suhu bisa cuma maksimal 3 derajat dan ekstrimnya -1, ngga apa-2 deh biar kedinginan asal masih bisa liat Matahari ngga apa2 deh.


Besok hujan dan suhu maksimal 5 derajat, tapi besok harus ngantor karena ada banyak kerjaan yang emang ngga bisa di tinggalkan....

Yah semoga ramalan meteo kali ini meleset lagi, siapa tahu besok bisa liat matahari.

Sunday, December 17, 2006

secangkir susu hangat.........

Pagi hari ditemani secangkir susu coklat hangat dan setangkapp roti menikmati pagi yang dingin, menurut www.meteofrance.com, hari ini 6 derajat tapi cerah, wah asik bisa liat matahari setelah kemarin mendung dan gerimis seharian.

Spt biasa di depan computer terus, Googling tenang Barrack Obama senator Amerika yang bakalan kuat menjadi kandidat presiden US dari partai demokrat. Kalau kejadian wah US bakal punya presiden yang keturunan Kenya dan ibu amerika, akhirnya impian martin luther king kesampean, yang menarik Obama ini pernah sekolah di Jakarta, Indonesia tahun 1967, saya juga tahu dari majalah gatra, hmm ini menarik kalau memang Obama bisa jadi president, berarti sudah ada dua orang Amerika yang pernah mengenyam pendidikan di Indonesia, satu lagi Condoleezza Rice, yang pernah mengenyam pendidikan di Jogjakarta, tapi tak coba googling koq ngga nemu yaa ? pertanyaanya so what gitu lhoo?, iya apa hubungannya sekolah di Indonesia dan menjadi pemimpin dunia, yang jelas coba aja di Cek and Ricek yang ada di VOA, dasar emang hoby nya gossip jadi walaupun dah menjadi voice of amerika yaa section seputar gossip juga ada, apa coba asli ngga nyambung blass....

yoo wish aku tak nyeruput susu hangat dulu, uffs maksudte sak cangkir susu anget, wah mengko ono sing mmisuhi aku iki.